BAB 4 : Objek Multimedia
A. Objek Multimedia
Objek multimedia dalam web dapat
berupa audio, video, musik, gambar, animasi, maupun file lain bertujuan untuk
membuat web lebih atraktif, menarik dan mudah digunakan. Agar penggunaan objek
multimedia tersebut dapat dilihat hasilnya maka aplikasi web browser yang
digunakan harus mendukung.
Terdapat beberapa fungsi dalam
pemrograman web yang harus didukung web browser sebagai berikut:
1. Fungsi dukungan terhadap
scripting agar web browser mampu menjalakan dan menerjemahkan kode yang
dituliskan dalam program html
2. Applet
Merupakan program
aplikasi yang dijalankan pada browser untuk mengeksekusi objek multimedia yang
disertakan pada halaman web agar berfungsi dan bekerja semestinya.
Kode program
applet selalu diawali dnegan <applet> dan diakhiri dengan </applet>
3. Plug In
Yaitu program
tambahan pada web browser untuk menjalankan berbagai file multimedia yang
disertakan pada halaman web seperti membuka file audio, video, radio online,
file pdf , online book,dan flash animation
4. ActiveX
Yaitu komponen
standar yang disediakan sistem operasi windows untuk mendukung beberapa fungsi
dalam web browser untuk mendukung beberapa fungsi dalam web browser khususnya
Internet Explorer.
B. Objek Gambar
Beberapa format gambar yang sering dihunakan dalam halaman
web:
1. JPG/JPEG
JPG(Joint
Photographic Group) dan JPEG(Joint Photograpic Expert Group) merupakan salah
satu jenis gambar dengan resolusi tinggi dan ukurannya yang relatif kecil
dnegan kualitas gambar mencapai 24 bit. Kelemahannya komponen gambar menjadi
kabur atau blur karena proses kompresi file yang terlalu banyak.
2. GIF
GIF
(Graphic Interchange Format) hanya mampu menyimpan gambar dalam format 8 bit.
File gIF memiliki ukuran yang cukup kecil tetapi hanya mampu menampilkan 256
jenis warna sehingga kurang bagus dijadikan ekstensi gambar hasil fotografi
kamera, gambar yang dihasilkan memiliki ketajaman yang rendah.
3. PNG
PNG
(Portable Network Graphic) merupakan bentuk file gambar yang menggabungkan
teknik JPG dan GIF yang mampu menyimpan filedengan bit depth hingga 24
bit. File PNG cocok untuk dijadikan
gambar background sebuah halaman web yang transparan. Kelemahannya adalah
kapasitas file yang cukup besar dibandingkan dengan jenis JPG.
4. BMP
Bitnamp
Image adalah jenis format file yang mampu menyimpan gambar dengan tingkat
kualitas 1 hingga 24 bit. Kelemahan file jenis ini adalah tidak dapat menyimpan
dalam mode alpha channel.
Untuk dapat menampilkan sebuah gambar
dengan ekstensi .jpg .jpeg .png atau .gif pada halaman web,anda dapat
menggunakan fungsi tag <img src=”lokasi_file”> pada halaman web.
·
Manampilkan gambar dengan tag <img>
Menggunakan tag <img src=”lokasifile.jpg” width=”400”
height=”300”>
Keterangan :
1. src=”lokasifile.jpg, yaitu merujuk ke lokasi file gambar
dengan file yang berada satu folder dengan file html.
2. Width=”400” yaitu mengatur dimensi lebar gambar sebesar 400 pixel.
3. Height=”300” yaitu mengatur dimensi tinggi gambar sebesar 300 pixel.
·
Menampilkan gambar dengan tag <object>
Menggunakan tag <object data=”lokasifile.jpg”
type=”image/jpg” width=”400” height=”300”>
Keterangan :
1.
object data=”lokasifile.jpg” yaitu merujuk ke lokasi file
gambar dengan file yang berada satu folder dengan file html.
2.
type=”image/jpg” ,type menunnjuk jenis objek
yang dipanggil.
3.
Width=”400” yaitu mengatur dimensi lebar
gambar sebesar 400 pixel.
4.
Height=”300” yaitu mengatur dimensi tinggi
gambar sebesar 300 pixel.
C. Objek Suara
Penambahan objek multimedia pada
halaman web dapat dilakukan dengan menambahkan tag <object> dan
menuliskan lokasi audio yang akan dimainkan. Pada dasarnya terdapat tiga
kategori format file audio,yaitu :
1. File audio tanpa kompresi,
yaitu dengan ekstensi AIFF, WAF
2. File audio dengan kompresi
lossy, seperti Windows Media Audio, MP3
3. File audio dengan kompresi
lossless, seperti Windows Media Audio Lossless, TTA, MPEG-4 SLS
File audio dalam halaman web memiliki beberapa tipe,
antara lain :
1. MPEG Player (MP3)
Moving Picture
Expert Group merupakan format file audio dengan ekstensi .mp3 yang bekerja pada
layer tiga dengan kompresi audio mencapai kualitas suara CD stereo yaitu 16
bit. File ini mampu bekerja pada bit rate 128, 160, 192, 256 kbps Semakin
tinggi bit rate semakin bagus kualitasnya tetapi berpengaruh pada ukuran file
nya yang semakin besar.
2. WAF
Wavefrom Audio
Format adalah file dengan ekstensi .wav atau .wv mampu menyimpan data hingga
mencapai 2 gb. File ini jarang digunakan karena ukuran yang besar dapat
memberatkan loading pada halaman web.
3. AAC
Advanced Audio
Coding adalah salah satu jenis file audio dengan lossy comperession(hasil
komperesi tidak bisa dikembalikan ke mode sebelumnya). File ini bekerja pada
bit rate antara 8 Hz-96 kHz. AAC memiliki file dengan ekstensi .m4a, .m4b,
.3gp, .mp4.
4. AIFF
Audio Interchange
File Format, jika file dimainkan dalam komputer berbasis windows file audio
akan menjadi CD Audio Track dengan aplikasi Quick Time harus diinstal dahulu.
Ekstensi file nya .aiff, .aif, dan .aifc.
5. Audio CD
Merupakan mode
audio yang dapat diputar secara langsung dari CD-Drive komputer tetapi ketika
disalin ke dalam hardisk, file audio tidak dapat dijalankan. File ini memiliki
ekstensii file .cda.
6. MIDI
Music Instrument
Digital Interface yaitu sebuah file ber
ekstensi .mid. MIDI memungkinkan hasil pengolahan filenya dapat dijalankan pada
berbagai hardware dan software
7. WMA
Windows Media
Audio adalah jenis format audio yang dikembangkan Microsoft. File berekstensi
.wma ini dapat memproteksi dirinya terhadap penyalinan atau penggandaan file.
8. OGG
Merupakan salah
satu format file audio sekaligus video dengan lisensi bebas atau open source
dengan dukungan penggunaan berbagai versi codec audio video yang memungkinkan
OGG dapat berjalan pada beberapa software dan hardware berbeda. Ekstensi file
OGG adalah .ogg.
·
Menggunakan Yahoo Media Player
·
Menggunakan Plug In Elemen <object>
Untuk menyisipkan objek suara pada halaman web, beberapa
langkah yang harus dilakukan adalah :
a. Persiapkan file audio yang akan
disisipkan pada halaman web , seperti mp3.
b. Salin file tersebut ke dalam folder
yang sama dengan file HTML yang akan dibuat nanti.
c. Ubah nama file tersebut menjadi 1.mp3
untuk memudahkan proses pemanggilannya.
d. Selanjutnya , buat file HTML dengan script
pada contoh berikut.
Contoh :
Memutar
file audio dengan elemen <object>.
Penjelasan kode <object data="1.mp3> ,
seperti pemanggilan gambar sebelumnya , atribut data akan memanggil file 1.mp3
pada folder tempat file HTML dijalankan. Halaman akan menampilkan media player
untuk memutar file audio tersebut seperti gambar di bawah ini.Dengan script
program tersebut , Anda dapat memutar alunan lagu bersamaan ketika halaman web
ditampilkan.Kekurangannya yaitu tampilan media player file audio akan
mengganggu tampilan informasi dalam web. Selain itu , file audio juga hanya akan diputar satu kali.
3. Menggunakan elemen <audio>
Anda dapat menggunakan tag
<audio> yang merupakan standar HTML5. Oleh karena itu kode <!DOCTYPE
HTML> harus ditambahkan pada awal program HTML sebagai ciri bahwa kode
program setelahnya adalah bagian kode HTML5.
Contoh :
Atribut
controls digunakan untuk menampilkan panel control audio, sedangkan atribut
height menentukan tinggi tampilan sebesar 70 pixel dengan lebar yang diatur
dengan control width adalah dengan web
browser Chrome.
·
Menggunakan
elemen <embed>
Menggunakan elemen <embed> secara otomatis pada halaman web tanpa
control bar, seperti gambar di bawah ini.
Contoh :
hidden="true"
, digunakan untuk menyembunyikan active object
yang sedang berjalan sehingga tidak tampak pada halaman web ketika diakses.
loop="true" , atribut loop jika bernilai true menyebabkan file audio
akan diputar berulang-ulang selama halaman web diakses.
·
Inline
Sound
Untuk menjalankan suara secara
otomatisketika web dijalankan, Anda dapat menggunakan tag <bgsound>.
Seperti script berikut
·
Hyperlink
Sound
Untuk membuat link ke
sebuah file audio ,anda dapat menggunakan tag <a href=”namafile”>.Seperti
script berikut.
D. OBJEK VIDEO
Terdapat beberapa jenis format standar video yang
dapat disisipkan pada halaman web sebagai berikut.
- MPEG
MPEG(Moving
Piicture Experts Group) adalah format file audio dan video yang saat ini
menjadi standar kompresi file dengan kualitas baik.Contoh MPEG yang sering
digunakan : MPEG-1 , MPEG-2 atau MPEG layer 2,dan MPEG-4 atau MPEG layer 4.
- AVI
AVI(Audio Video
Interleaved) merupakan format audio video buatan microsoft dengan kualitas dan
ketajaman gambar dan suara lebih baik dari standar audio video ASF.
- WMV
WMV(Windows Media Video) adlah salah satu standar audio
video yang dikeluarkan Microsoft untuk komputer berbasis windows.Tidak terlalu
bagus jika dijalankan pada web berbasis non-Windows.
- MP4
MP4 merupakan
generasi baru dari mp3 dengan dukungan audio dan video yang lebih baik.
- Real Video
Tipe file Real
Video sering digunakan sebagai standar video streaming seperti TV online, Video
conference, online video (camfrog, yahoo messenger).secara default , format file
real video berekstensi .rm atau .ram.
- QuickTime
Merupakan standar
format audio video keluaran MacOS untuk Apple.File ekstensi .mov tidak dapat dijalankan pada komputer
non-Apple kecuali dengan tambahan komponen software pendukung QuickTime.Dapat
menampung bagian animasi, video,audio, bahkan virtual reality.
- 3GP
Merupakan salah
satu generasi terbaru format file audio video yang ringan,kecil ukurannya,serta
didukung berbagai peranti keras,khususnya telepon genggam(handphone).Dengan
kecepatan pemutaran video 15 frame per detik,file 3GP memiliki hasil video yang
kurang tajam jika dijalankan pada layar dengan resolusi besar.
- Flash
Merupakan standar
format audio video keluaran Macromedia.Anda dapat membuat video flash dengan
peranti tambahan Macromedia Flash.
Teknik yang dapat
digunakan untuk menjalankan video pada halaman web,seperti berikut ini.
1.
Menggunakan
Elemen <img>
Dapat menggunakan
tag <img dynsrc=”namavideo”>.Sebagai berikut.
2. Menggunakan Elemen <embed>
3.
Menggunakan Elemen <video>
Merupakan
standar baru dari standar pemrograman HTML5.
Pada
web browser Internet Explorer muncul pesan kegagalan .Untuk mengatasi kondisi
tersebut , web browser harus di-update terlebih dahulu dengan koneksi internet.
4.
Menggunakan Hyperlink
5.
Menggunakan Elemen <object>
Penjelasan kode :
- <object data=”1.mp4” type=”video/mp4”>, digunakan untuk memanggil data file video 1.mp4 yang memiliki type video mp4.
- <embed src=”1.mp4” width=”400” height=”320”></embed> digunakan untuk menentukan lebar tampilan video player 400 pixel dan tinggi 320 pixel.
6.
Menjalankan animasi flash
Memutar
animasi flash .swf.
Penjelasan:
- <object classic=”clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000” codebase=http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swaflash.cab#version=6, 0,29,0 width=”170” height=”140”> digunakan untuk menampilkan file video dalam standar flash berekstensi .swf dideskripsikan dengan atribut classic=”clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000.
- <param name=”movie” value=”kabel.swf”>, dimasukkan sebagai parameter dar komponen ActiveX Flash yang ditambahkan dengan kode tag atribut name digunakan untuk memberikan nama parameter, atribut value untuk memanggil file .swf yang akan ditambahkan kedalam web
- <param name=”quality” value=”high”>, berfungsi untukmenentukan kualitas tampilan denganpengaturan high .
- <embed src=”kabel.swf” quality=”high”
- Pluginspage=http://www.macromedia.com/go/getflashplayer type=”application/x-shockwave-flash” width=”170” height=”140”>, tag <embed> disediakan untuk pengguna dengan browser net scape. Src digunakan untuk merujuk lokasi dan nama file .swf . plug in spage berisi alamat plug in atau ActiveX ketika web browser belum diupdate sehingga memerlukan komponen tambahan x-shockwave .
Komentar
Posting Komentar